Pemerkosaan Lisa sang Ketua Cheerleader

Pemerkosaan Lisa sang Ketua Cheerleader – Siang itu di sebuah ruang olahraga sekolah ada seorang gadis yang sedang melatih teman – temannya. Ia adalah Lisa sang ketua ekskul cheerleader di sekolahnya. Wajahnya cantik, kulitnya putih, tubuhnya pun atletis sehingga tampak padat berisi terutama di bagian dada dan pinggulnya, rambutnya pendek sebahu di ikat ke belakang. Seragam cheerleadernya juga sangat seksi dengan baju ketat lengan pendek membuat payudaranya menonjol serta tidak menutupi pusarnya, roknya pun juga pendek kira – kira 20 senti diatas lutut dan kaos kaki panjang menutupi betis dengan sepatu olahra Lisa banyak dikagumi oleh para lelaki di sekolahnya apalagi saat ia sedang tampil dengan seragam cherleader. Lisa dan kelompok ekstrakurikulernya sering tampil di acara pertandingan liga basket antar sekolah dan menjadi daya tarik para penonton. Saat pertandingan pun mata beberapa lelaki tidak tertuju pada pertandingan, melainkan mencuri – curi pandang pada tubuh Lisa yang seksi. Sayangnya saat ini Lisa sudah memiliki pacar yakni kapten tim basket sekolah.

Dio sang kapten basket sudah sangat dekat dengan Lisa semenjak aktif di ekskul. Hal itu dikarenakan tim basket dan cheerleader sering berkumpul bersama setiap ada pertandingan antar SMU. Mereka berdua adalah pasangan yang serasi dan juga sempurna. Dio sang kapten adalah cowok yang populer di sekolah karena wajahnya yang tampan dan memiliki tubuh atletis. Selain itu Dio telah banyak menorehkan penghargaan bagi sekolah terutama di bidang olahraga basket.

Di balik kebahagiaan mereka ada beberapa orang yang tidak menyukai hal itu yakni Rian dan teman – temannya. Terus terang saja Rian dan kawan – kawannya adalah anak –anak nakal yang tidak memiliki prestasi apapun di sekolah. Justru kegiatan tawuran dan hal – hal yang berbau kekerasanlah yang menjadi andalan. Satu hal yang benar –benar membuat Rian benci terhadap sang kapten yakni karena Dio merebut Lisa dari dirinya.

Awalnya Lisa adalah pacar Rian sejak duduk di kelas satu namun ditinggalkan. Rian diputus oleh Lisa karena kelakuannya yang brutal dan suka melakukan tindakan kekerasan serta tawuran. Pernah suatu kali saat sepulang sekolah mereka dihadang anak SMU lain. Rian dihajar oleh anak –anak itu sampai-sampai Lisa hampir diperkosa oleh mereka, untungnya mereka berdua masih ditolong oleh warga sekitar. Hal tersebut membuat trauma mendalam bagi Lisa dan lebih memilih untuk memutus hubungan dengan Rian.

Pada suatu hari salah satu teman Rian memberikan kabar yang tidak menyenangkan.
“Sob, denger – denger mantan lo udah jadian tuh” ujar teman Rian memberi tahu
“hah!, serius lo?” Rian tidak percaya
“yoi sob, dia jadian ama ketua basket sekolah kita” katanya
“sialan!, padahal baru satu minggu gue putus” Rian geram
“kayaknya sih mereka udah deket, waktu lo masih pacaran” temannya malah membakar emosi Rian
“kalo gitu gue samperin tuh anak, belum tahu siap gue” ujarnya dengan sombong
“yoi, sob ayo kita hajar” temannya ikut membantu

Rian beserta gengnya segera menuju ke kelas Dio. Dio sebenarnya tahu bahwa tindakannya bisa memicu kemarahan Rian akan tetapi cintanya pada Lisa membuat rasa takutnya menghilang. Ia akan menghadapi Rian dengan segenap kemampuannya.
“brakkk” pintu kelas ditendang oleh Rian
“mana anak yang jadi ketua basket itu” ujarnya dengan suara lantang
Semua anak yang awalnya tertuju pada Rian mengubah pandangannya kepada Dio yang sedang dicari –cari.
“ada apa sob?” jawab Dio dengan santai
Rian langsung menghampiri Dio yang sedang berdiri di depan kelas.
“ooo jadi elo yang udah ngerebut cewek gue” Rian geram
“daassss” Rian meninju sang kapten tim basket itu
Dio pun jatuh tersungkur ke lantai karena pukulan Rian tepat mengenai sasaran, bagaikan peluru meriam yang di tembakkan.
“uuuhhh, tu… tunggu sob g… gue jelasin dulu” Dio mencoba menjelaskan sambil mengelus pipinya
“dasar anjing lo” pekiknya sambil meluncurkan tendangannya ke arah Dio
“brukkkkk” tendangan tepat mengenai badannya
“aaaahhhhkkkk” Dio mengerang
Belum sempat merasakan sakitnya tendangan Rian, serangan bertubi – tubi datang dari anggota gengnya. Semua anak hanya bisa memandang kejadian naas tersebut dan tidak bisa berbuat apa – apa bahkan teman satu tim basket Rian tidak bisa berkutik karena mereka tidak ingin terlibat dengan masalah itu. Mereka lebih memilih diam daripada harus menyetorkan nyawa kepada Rian dan gengnya yang terkenal bengis dan kejam seperti Jengis Kahn.
“brakkk brukkk braakkkk brukkkkk” serangan bertubi –tubi datang dari geng Rian
“uhkkkk ahhhkkkk ahhhkkkk” ronta anak itu sambil terlempar – lempar
Tiba – tiba ada suara datang dari arah pintu kelas.
“hentikaaaaaannn!”
Rian dan gengnya berhenti melakukan aksinya.
Ternyata dia adalah Lisa sang dewi penolong bagi Dio yang sedang dihajar hingga babak belur oleh geng Rian. Lisa yang saat itu mengenakan seragam sekolah dengan kemeja ketat, rok abu – abu pendek diatas lutut serta kaos kaki panjang langsung mengahampiri pacarnya yang tersungkur di lantai.
“Beb, kamu gak papa kan” ujar gadis itu sambil membaringkan tubuh kekasihnya di pangkuannya
“Lisa, jadi kamu lebih milih cowok ini dari pada aku?” tanya Rian to do point
Lisa tidak menjawab dan hanya menatap tajam pada Rian karena kesal melihat perlakuannya terhadap Dio
“jawab Lisa!” bentak Rian dengan nada tinggi
“apa sih lo, kita tuh udah nggak ada hubungan apa –apa!” jawab Lisa tak kalah lantang suaranya
Sejenak anak –anak di kelas terdiam melihat hal tersebut. Mereka hanya melongo seolah sedang menonton acara TV yang awalnya channel pertandingan gulat tidak seimbang kini berganti ke film drama Korea.
“Lis, tapi gue gak pengen kita putus” Rian masih ngeyel
“diem!, lo itu… lo itu apa…. lo bisanya cuman berantem…. Gue benci banget sama lo!” ujar Lisa
sambil menangis saat melihat nasib kekasihnya yang terbaring lemas
“ohh gue ngerti sekarang, teganya lo ngehianatin perasaan gue Lis” Rian juga tidak kuat menahan perasaannya
Lisa tidak menghiraukan Rian dan segera memapah Dio untuk mendudukkannya di bangku.
Melihat hal tersebut membuat perasaan Rian seolah tercabik – cabik dan memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.
“ayo cabut sob!” ajaknya
Rian pun meninggalkan kelas dengan penuh amarah di hati.
Teman – teman Dio segera membantu mereka berdua untuk membawa Dio ke UKS.
“kalian ini apa – apaan sih, temen dihajar malah diem aja” Lisa kesal
“bukan begitu Lis, lo tau kan mereka itu kayak gimana” mereka berdalih
“lagian lo juga sih Yo, kan udah gue bilangin jangan berurusan sama mereka” salah satu temannya malah menceramahi
“udah ayo cepet bantu gue bawa ke UKS” ajak Lisa dengan kesal
Mereka kemudian mengantarkan Dio ke UKS yang saat itu wajahnya sedang babak belur. Setelah itu mereka meninggalkan Lisa dan Dio berduaan di dalam.
“Beb, makasih ya” ujar Dio dengan senyum mengembang walaupun badannya masih sakit
“iya Beb, sini aku obatin” ujar Lisa sambil mengusapkan obat di wajah Dio
“aaww aww pelan –pelan dong Beb” erangnya masih sakit
“iiiiih, Beb beb manja banget siihh, hehe” Lisa menggodanya
“hehe” Dio tersenyum
Sementara keduanya bermesra – mesraan di UKS, Rian dan kawan –kawannya malah di panggil ke ruang kepala sekolah. Mereka dimarahi habis – habisan karena telah melakukan tindakan kekerasan di sekolah. Hal yang lebih membuat sakit hati adalah kepala sekolah mengungkit – ungkit tentang prestasi Dio seraya menunjuk – nunjuk piala yang diperoleh tim basket, terpajang di lemari kaca. Mereka menjadi semakin geram dan membuat aksi mereka akan lebih brutal. Hingga muncul sebuah rencana jahat di benak Rian untuk membalas dendam pada Lisa yang telah menyakiti hatinya.
Beberapa hari setelah itu Dio kembali latihan seperti biasanya sedangkan Lisa juga sedang di ruang olahraga untuk berlatih cheerleader. Saat hendak pulang Dio menuju parkiran untuk mengambil motor namun ia di hadang oleh geng Rian.
“apalagi sekarang sob?” tanya Dio sambil gemetar
“brukkk” ia langsung didamprat
“ayo bawa dia ke kelas” ajak Rian
Di dalam kelas mereka tidak langsung menghajar Dio melainkan malah mengambil handphonenya untuk menelpon Lisa.
Sementara itu Lisa saat itu sedang berlatih cheerleader dengan teman – temannya dan tentu masih mengenakan seragam cheerleader yang seksi. Tiba –tiba handphonenya berbunyi sehingga ia menghentikan latihan.
“loh dari beb beb, Halo beb?” jawabnya dengan suara yang indah sambil pergi keluar ruangan
“halo Lisa?” jawab panggilan itu
“Rian!, mana cowok gue?” tanyanya dengan lantang
“hehe, dengar sayang, kamu aku tunggu di kelas, inget kamu harus datang sendirian kalo masih ingin pacar kamu selamat” ancamnya dengan tertawa jahat
“Rian, tunggu!” teriaknya
“kresskkk krskkk, bebbb jngaannnn ke…akhhhhh…tuuut tuuuut” suara Dio sempat terdengar dan telepon terputus
“Beeeebb,,uuuuhhhh” gerutu Lisa cemas
Lisa yang panik langsung membawa tasnya tanpa mengganti baju terlebih dahulu. Ia sangat khawatir bila terjadi apa – apa dengan kekasihnya. Sesampainya di depan kelas ia melihat pintu masih tertutup, ia pun langsung masuk ke dalam kelas.
“ halo Lisa” sambut Rian dan kawan – kawannya
“mana cowok gue?” tanyanya dengan kesal
“itu dia” Rian menunjuk ke sudut ruangan
Dio diikat di kursi dengan wajah penuh lebam.
“Beebbbb” panggilnya dengan panggilan sayang walapun di situasi seperti itu
Lisa langsung menghampiri kekasih tercintanya itu karena iba melihat keadaannya namun belum sempat melangkahkan kaki, kedua tangannya langsung di pegangi oleh mereka.
“etsss tunggu dulu”
“lepasin! dasar berandalan!” bentaknya sambil berusaha melepaskan pegangan mereka
Rian segera menghampiri sang mantan kekasihnya itu.
“Lisa, lihat tuh cowok lo cemen banget, mending lo balikan sama gue” ujar Rian dengan senyum licik
“enggak!, gue gak sudi pacaran sama cowok brengsek kayak lo” Lisa meluapkan amarah sambil terus berusaha melepaskan pegangan kedua teman Rian
“hohoho, jadi begitu ya” kata Rian sambil membelai – belai wajah Lisa yang cantik
“ughhhh” Lisa bergidik karena tidak nyaman dengan perlakuan Rian.
“oke kalau begitu, gue juga gak cinta lagi sama elo, tapi…..” katanya sambil mulai membelai dagu Lisa
“ughhhh, lapasiiinn!” bentak Lisa sambil berusaha menghindari belaian Rian dan melepaskan pegangan teman – temannya.
“tapi…. gue NAFSU ama Lo, hahaha” katanya sambil mencium bibir Lisa yang berwarna merah delima
“ummmhhhhhhhh, aaaaaaahhh” ronta gadis itu
Lisa berusaha untuk menghindari cumbuan itu akan tetapi cengkraman tangan Rian sangat kuat di dagunya.
“hentikaaaaannnn!” teriak Dio karena tidak rela pacarnya diperlakukan seperti itu
“daassssssshhh” pukulan keras kembali mendarat di wajahnya
“haaaahhh, enak sekali ciuman kamu, sayangnya dulu kita belum sempat cobain kayak gitu” ujar Rian menikmati cumbuannya
“Dasar cowok bajingan lo” Lisa kesal karena dilecehkan
“hehe, kita masih mau mulai sayang” ujar Rian sambil meletakkan jari jemarinya di perut Lisa yang terbuka karena pakaian cheerleadernya yang minim
“ehmmm, Yan stop, ughhhh” desisnya saat payudarnya yang menonjol diremas oleh Rian
“hehe, selama ini gue pengen banget remes toket lo” ledeknya
“ughhhh, hentikan!” pekiknya
“hentikaaaaaannn” Dio kembali berteriak, lagi – lagi ia dipukul dan mulutnya disumpal
“berisikk lo”bentak dua teman Rian yang lain yang menjaga Dio
Sementara itu Rian mulai memasukkan tangannya ke dalam baju ketat Lisa. Ia barusaha meraba payudara gadis itu secara langsung.
“ummmmhhhh, hen….hentikan Rian,, uhhhmmm” Lisa tak berkutik
Sementara temannya yang lain mulai meraba pinggul Lisa yang sedikit terbuka karena memakai rok cheerleader yang pendek. Rian yang tidak sabar segera menyingkap baju Lisa dan menarik branya dengan satu tarikan dan terbukalah buah dadanya yang ranum.
“wahahahaha, istimewa sekali toketmu Lisa” sanjung Rian
“enggaaaaakk jangaaaaaaann” teriak Lisa
“eenghhhhhh ennggghhhhh” teriak Dio melihat kekasihnya diperlakukan seperti itu walaupun mulutnya di sumpal
Rian meremas – remas dua gunung kembar itu sambil memelintir puting susunya.
“hehe, toket lo enak nih kayaknya” ujarnya sambil mulai menjilati puting susu Lisa
“eeemmmmmmhhh,, lepasin gueeee da…sarrr uumhhhhhh” desahnya saat Rian menghisap puting susunya
Setelah itu Rian menyuruh temannya untuk merebahkan tubuh Lisa diatas meja sekolah. Ia akan mulai menyerbu bagian kewanitaaan di bawah tubuh Lisa.Saat di atas meja kedua teman Rian mendapat giliran memainkan payudara Lisa bahkan mereka menghisapi puting susunya juga.
“uuuuuhhhhhmmm, aaaaaaahhh lepaskaaaann, Beeeebbbb toloooonnggg” teriaknya
“hahaha, cowok lo aja babak belur, gimana mau tolongin elo?” ledek mereka
“eengggggghhhhhh enggggggggghhh” Dio hanya bisa berteriak dengan mulut tersumpal sambil meneteskan air mata karena tidak bisa melindugi kekasih tercintanya.
Rian mulai menarik celana dalam Lisa dan melebarkan selangkangannya.
“haha, akhirnya gue perawanin juga lo” ujar Rian sambil menjulurkan lidahnya
“sluuuuuuurrrrrpppp” jilatan lidah Rian di vagina Lisa
“aaaaaaahhmmmmmmm aaaaaaaaaahhhhh” Lisa menggelinjang karena terangsang hebat
“haha, enak kan Lisa” ledek teman – teman Rian sambil memainkan payudaranya
Teman – teman Rian sebenarnya sudah sejak lama mengincar tubuh indah Lisa, akan tetapi tidak enak hati dengan Rian ketika dulu masih menjadi pacarnya. Dua teman yang lain segera menghampiri mereka karena tak ingin ketinggalan menikmati tubuh Indah Lisa.
“hehe, gue ikutan dong” ujar mereka
“aaaaaaaaaaaahhh, aaaaaaaaaaaaahhhh” desah Lisa karena di rangsang dari atas hingga bawah
Rian terus menjilati vagina Lisa hingga menghisapnya sehingga cairan orgasme mengalir deras ke seluruh selangkangan gadis itu. Setelah puas ia pun berdiri dan melepaskan celananya.
“ummhhhhh Rian, jangan” rengeknya karena ia akan diperkosa
Ia tidak bisa berbuat apa –apa karena tangannya dipegangi dengan erat oleh teman – teman Rian. Sementara yang lain meraba – raba sekujur tubuhnya.
“hehe, gue mau ambil perawan lo sebelum diambil cowok lo yang cemen itu” ujarnya sambil menodongkan batang kemaluannya
“jangaaaann Yaaaaaaaannn,, hentikaaaaaaaaaannn” teriaknya
Penis itu semakin dekat dan dekat hingga mencapai bibir vaginanya.
“jlebbbb” penis itu menusuk vagina Lisa yang masih perawan dan darah mengalir deras di sela – selanya.
“aaaaaaaaaaaaahh, aaaaaaaahhh Yaaaaaaaaannn, hentikaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn” rontanya makin keras
Sementara Dio hanya bisa pasrah melihat nasib kekasihnya di jebol keperawannanya. Air mata mengalir deras di pipi kedua pasangan itu. Yang satu merasakan rasa sakit karena keperawannnya di koyak oleh mantan pacarnya dan yang satu lagi merasa pedih karena tidak bisa berbuat apa – apa untuk orang yang sangat dicintainya.
“aaaaaaaaahhh, aaaaaaaaaaaaahhhhh, aaaaaaaaaaahhh” Lisa terus meronta saat penis Rian di gesekkan perlahan
“hahaha, enak sekali meki lo Lis, kenapa gak dari dulu aja gue entotin lo, haha” ujar Rian dengan tertawa kemenangan sambil menggesekkan penisnya secara perlahan
“aaaaaaaahhhh aaaaaaaaaaahhh Riyaaaaaaaaann plissssssss hentikaannn aaaaaaaaaaaaahh” Lisa terus meronta hingga suaranya menggema di ruangan kelas itu
“haaaaahh, uhhhhhhhh” Riyan meraskan nikmatnya persetubuhan itu sambil mulai mempercepat gesekkanya
“aaaaaaaaaaaaaaahhh, aaaaaaaaaahh aaaaaaaaaahh”Lisa mulai mendesah seirama dengan gesekkan Rian
“sluuuuuuppp hmmmmm” sementara teman Rian masih asik menjilati payudara Lisa yang seksi
“huuuuuuhhh haaaaaaaahhh haaaaaahh” Rian terus menggesekkan batang kemaluannya
“aaaaaaaaaaaahh aaaaaahhhhh, hentikaaaannn” teriak Lisa
Tak lama kemudian, Rian sudah mencapai batas dan akan segera berejakulasi
“aaaaaaaahh aaaaaaaahhh, Yaaaaaaaaannn, hentikaaaaaaaaaann” teriak Lisa
“haaaaaahh, gue udah gakkk kuaaaaatt nihhh” ujar Rian
“aaaaaaaaaaahhh, jangaaaaann Yaaaaaaaann, jangaaaaaann di dalaaaaaaaaammm” rengek gadis itu yang berusaha bangkit tapi tangannya terus dipegangi oleh teman – teman Rian
“haaaaaaaahh haaaaaaaaahh haaaaaahh” Rian mempercepat gesekannya
“aaaaaaaaaahh Riyaaaaaaann lepasiiiiiiiiiiiiiiinn aaaaaaaaahh” teriaknya makin keras disertai tangisan yang menderu – deru
“haaaaaaaaaaaahh haaaaaaaaaaaaa haaaa” desah Rian
“Crooooooooootttttttt” Sperma menyembur mengisi rahim Lisa
“aaaaaaaaaaaaaaaaaahhh,, aahahahahahah” Lisa menangis karena sperma telah mengisi rahimnya
“haaaaaaaahh, udah sob, abisin sisanya” suruh Rian
“oke Bos, hahaha” kata mereka dengan tawa jahat dan segera bersiap untuk meng-gangbang Lisa.
Lisa hanya terbaring lemas diatas meja dengan tatapan sayu karena kesuciannya direnggut oleh mantan pacarnya yang berandal di hadapan kekasihnya sendiri yang juga tidak bisa berbuat apa – apa. Kini teman – temannya segera mengambil jatah untuk menyetubuhi ketua ekskul cheerleader yang cantik dan seksi itu.
“ayo bangun pecun gue juga pengen nyicipin meki lo” kata salah satu teman Rian dengan ejekan kasar
Ia mengangkat tubuh Lisa yang sudah lemas dan menjatuhkannya di lantai hingga tersungkur. Gadis itu hanya berusaha merangkak dengan baju yang masih tersingkap sehingga payudaranya menggantung di dadanya serta pinggul mulus yang tidak terselubungi roknya yang terlalu pendek. Vaginanya pun terlihat jelas disertai tetesan darah perawan bercampur aliran cairan putih sperma Rian yang telah memporak porandakannya tadi.
“hehe, sini cantik, hmmm gak sabar gue entotin lo” ujarnya sambil membuka celananya
“ja…jangaaaan” rintihnya sambil merangkak menjauhi teman Rian yang sudah sangat bernafsu
Anak itu segera mendekati sambil menodongkan simbol kejantananya di belakang Lisa yang sudah tidak berdaya.
“hehe mau kemana lo, punya gue juga sama enaknya kok sama punya bos” anak itu melecehkan Lisa
Ia memgangi pinggul gadis itu sambil menempatkan sasaran tembak batang kemaluan pada vagina yang masih basah itu.
“uhuhu, jangan, sudah hentikan” rintihnya disertai isak tangis
“huuuuugghhh” ia mulai menghujamkan penisnya
Lisa disetubuhi dengan posisi menungging di lantai sambil mengucurkan air matanya.
“aaaaaaaaahhhhh ahahahahahah” tangisan Lisa makin menggelegar
“haha, meki lo bener-bener nikmat Lisa” anak itu menikmati dengan tertawa menyebalkan
“aaaaahahahaha, hentikaaaaaaannn ahahahahah” teriaknya disertai tangis yang tak henti – hentinya
“nih cewek berisik amat, sini sepong aja kontol gue” ujar teman Rian yang lain sambil menodongkan penisnya di hadapan wajah Lisa
“aaaahhhh,, eeeemmmhhhh” ia menutup mulutnya rapat –rapat sambil menggelengkan kepala
Lisa tidak sudi melakukan tindakan yang menjijikan itu.
“plaaaaakkkkkk” anak itu mendaratkan tamparan di pipi gadis itu
“aaaaahhh, ahahahahah” tangisannya makin menderu – deru
“buka mulut lo dasar pecun!” bentak anak itu
Lisa masih tidak menghiraukan walaupun mendapat tamparan yang keras.
Anak itu tidak kehabisan akal, ia menutup hidung Lisa dengan dengan jarinya agar tidak bisa bernafas dan mau membuka mulutnya.
“emmmmm emmmm” Lisa tetap bersi keras tidak mau menyerahkan mulutnya untuk mengulum penis anak itu.
“haha, mau sampai kapan lo gak nafas” ujarnya sambil terus menjepit hidung mancung Lisa
“emmmmmmm haaaaaaaaahhh” Lisa tidak tahan dan segera menghirup udara melalui mulutnya
Saat ia tengah mencoba mengambil nafas penis anak itu langsung dimasukkan dengan paksa.
“haha, rasain kontol gue, enak kan” ledek anak itu sambil menggerakan kepala Lisa maju mundur
Kini gadis cantik dan seksi itu tengah di setubuhi dari depan dan belakang melalui vagina dan mulutnya.
“mmmmmpppp mmmmmmppppp” erangnya tanpa bisa bersuara
“haaahhh, haaahhh, mantap nih cewek” desah anak yang menikmati vagina Lisa dan terus menggesekkan batang kemaluanya.
“mmmmmmmppppmmmppp” suara Lisa
“haha, sepongannya juga enak” ujar anak yang di depan
Setelah beberapa lama kedua anak itu mencapai klimaks dan menyemprotkan sperma mereka secara bersamaan.
“croooooootttt” sperma menyembur secara bersamaan di vagina dan mulut gadis itu hingga mengalir ke tenggorokan.
“mmmmmmmmppppmmm aaaaaaaaaaaaahhh, uhuk uhuk” Lisa terbatuk – batuk karena berusaha memuntahkan cairan menjijikan itu.
Cairan putih kental mengalir melalui bibirnya yang indah dan menetes di lantai bercampur air ludah. Wajah cantik itu tampak memerah saat ia melihat di hadapannya adalah kekasihnya tercinta yang shock berat di kursi dalam keadaan terikat.
“haha, gimana apa lo masih cinta sekarang?” tanya Rian pada Dio yang tak berdaya
“uhuhuhuhuhu” Dio hanya menangis sambil menunduk tidak tega melihat kekasihnya terlihat seperti pelacur
“udah sekarang giliran gue, haha” ujar dua anak yang lain sambil menodongkan batang kemaluannya
Satu anak yang di belakang melihat vagina Lisa yang penuh dengan cairan sperma sehingga membuatnya tidak tertarik. Ia mulai melirik ke atasnya yaitu anus Lisa.
“dluhhh, gue ambil ininya aja” ujarnya sambil meludah tepat di lubang anus Lisa
Merasakan ada cairan dingin mengalir di anusnya, gadis itu meronta dan berusaha bangun.
“aaaaaaaaaaahhhhh jangaaaaaannn!” teriaknya karena tidak membayangkan betapa sakitnya bila anusnya di koyak juga
Lisa berusaha bangkit dan merangkak menghindari dekapan anak yang di belakang, naasnya cengkraman anak itu begitu kuat sehingga membuatnya tidak bisa melepaskan diri.
“hentikaaaaaaaaaann aaaaaaaaaaaaaaahhhh” teriakannya mengelegar karena penis itu sudah menghujam lubang anusnya
“hahaha, ini lebih seret sob” kata anak itu dengan tertawa kemenangan
“aaaaaaaaahhhh aaaaaaaaaaaaaaaahhhhhaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh”teriakn ya dengan keras karena sakit yang amat sangat
Darah juga mengalir deras di sela –sela pinggul gadis yang malang itu.
“hahahaha” semua anak tertawa mendengar jeritan kesakitan gadis itu
Dio hanya bisa menundukkan kepala dan tidak bisa berbuat apa –apa.
“uggghhhh ugghhhh” anak itu mulai menggesekkan penisnya
Mata Lisa mulai melotot karena sakit yang di deritanya, bahkan suaranya tak henti –hentinya mengelegar. Setiap gesekkan dianusnya terasa seperti pisau yang mengkulitinya hidup – hidup.
“aaaaaaaaaaaaahhhh aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh saaaaaaaaaaaakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttt aaaaaaaaaahhhh hentikaaaaaaaaaaaaaaaann” lolongannya sangat keras
“uughhhhh uuuuugghhhhhhh” desah anak itu dengan sangat nikmat tanpa mempedulikan rasa sakit yang dialami gadi yang disetubuhinya.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh aaaaaaaaaaaaaaaaahhh”Lisa terus melolong
Setelah beberapa lama anak itu juga mencapai klimaks dan mengeluarkan mulai mencabut penisnya.
“haaaaahh, sini manis” ujarnya sambil menjambak rambut Lisa
Ia menghadapkan penisnya ke wajah cantik gadis itu dan memuncratkan cairan putih kental ke arahnya.
“crooooootttt” cairan itu menyemprot wajah cantik Lisa
“ummmmhhhhhhhmmm” rintihnya dengan mata terpejam saat merasakan cairan hangat membasuh wajahnya
“haaaahhh, puas banget gue, huh” ujarnya sambil mencampakan Lisa dengan menjatuhkannya ke lantai
“hehe oke sekarang giliran gue” anak yang terakhir juga ingin menikmati tubuh Lisa
Ia dari tadi tidak tertarik dengan vagina, mulut bahkan anus gadis yang masih belia itu. Matanya hanya tertuju pada payudara besar Lisa yang menonjol di dadanya.
“uhhhhh uuuuhhhh” gadis itu hanya bisa terkapar lemas dengan nafas yang tersengal – sengal
“hehe, toket lo….gue pengen toket lo” ujarnya dengan nada bernafsu
Ia menaruh penisnya di tengah – tengah payudara Lisa yang menonjol dan mengapit keduanya dengan tangan.
“uuuuuhhh uuuuuuhhh” Lisa masih lemas dengan nafas seadanya
“haaaaaaahh, enak sekali kenyel – kenyel gimana gitu” ujarnya sambil menggesekkan penisnya diantara kedua gunung kembar itu.
“hahahaha” Rian dan yang lain tertawa melihat tingkah konyol temannya itu
Setelah beberapalama ia sudah tidak tahan menyemprotkan spermanya.
“crooooottttt” cairan tepat sasaran di leher, dagu dan pipi Lisa
“uuuuuuuuuuuuhhhhhhh” rintihnya sambil memejamkan mata
Lisa terkapar diatas lantai dengan wajah yang penuh cairan warna putih.
Rian dan teman – teman yang lain masih belum puas ternyata setelah menggilir gadis itu habis – habisan. Mereka mengeluarkan penis mereka kembali dan mendekatkannya pada tubuh Lisa. Masing masing memukul – mukulan penisnya pada payudara yang indah itu dan yang lain menggesekkannya di paha mulusnya.
“haha, bodi lo emang kagak nahan” ujar mereka dengan tawa yang kejam
“uuuuuuhhh uuuuuuuhhh”rintihnya karena kehabisan tenaga
Beberapa saat kemudian cairan putih menyemprot di setiap titik tersebut sehingga mengalir ke sekujur tubuh Lisa yang aduhai. Kini gadis cantik itu harus bermandikan sperma Rian dan teman – temannya.
“haaaahhh” akhirnya selesai juga
“kita apain nih cewek bos” tanya salah satu anak
“angkat dia ke sana” ujar Rian menunjuk ke arah Dio
“haha, ide bagus bos” mereka setuju
Mereka mengangkat tubuh Lisa yang masih lemas dan memangkukannya saling berhadap –hadapan dengan Dio. Kedua tangan Lisa dirangkulkan pada tubuh Dio yang masih duduk di kursi dan dalam posisi terikat. Cairan sperma yang berada di sekujur tubuh gadis itu tampak melekat pada seragam Dio yang lusuh.
“heh tolol, nih gue balikin cewek lo, gue gak butuh” Rian mengejeknya
Dio hanya terdiam walaupun sumpalan pada mulutnya sudah di ambil.
Lisa dengan baju cheerleader seksi yang telah tersingkap itu menyandarkan dua payudaranya pada kekasihnya, sementara kedua kakinya mengangkang di atas kaki Dio.
“bos, bentar ini momen yang bagus” ujar salah satu anak mengeluarkan handphonenya
“haha, yoi foto mereka” suruh Rian
Mereka memfoto kedua pasangan itu dari berbagai sudut dengan sangat jelas.
“hehe, ini bakal jadi skandal terheboh sepanjang sejarah sekolah ini” ujar teman Rian sambil memandangi foto itu.
Mereka akhirnya mencampakan kedua pasangan itu dalam keadaaan yang tidak senonoh.
Sekian Termikasih telah membaca kumpulan cerita dewasa yang berjudul Blog dewasa – Pemerkosaan Lisa sang Ketua Cheerleader telah kami persembahkan kepada Anda. Dan jangan bosan untuk berkunjung kembali kesitus ini.